Evaluasi APBD Tahun 2020

Evaluasi APBD Tahun 2020

Evaluasi APBD Tahun 2020

Serang, 12/02/21- Pemerintah Kota Serang melakukan rapat evaluasi pelaksanaan APBD tahun 2020 di Work Space Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang

Wali Kota Serang Syafrudin menyampaikan bahwa, realisasi anggaran Pemkot Serang sudah bagus karena secara keseluruhan untuk realisasinya mencapai 95,38 persen dengan silpa 4,62 persen.

Kemudian, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lima terendah yakni Dinkes dengan silpa Rp 16 miliar lebih, Kecamatan Kasemen dengan silpa Rp 2,7 miliar, Korpri silpa Rp 114 juta, Kesbangpol silpa 10 persen dan BPBD silpa 8 persen.

"Jadi secara keseluruhan sudah bagus mencapai 90,38 persen," ujar Wali Kota Serang kepada awak media.

Sedangkan untuk realisasi pendapatan, lanjut dia, sudah mencapai secara keseluruhan 87,13 persen. "Jadi masih kurang 12 persen lebih. Ini dari beberapa OPD yakni Distan, Disparpora, Dinkes, Dishub dan BPKAD," jelasnya.

Kemudian untuk program proritas, unggulan dan mendesak yang akan dilaksanakan pada tahun ini, kata Wali Kota Serang, yakni pembangunan sarana prasarana RSUD Kota Serang, peningkatan jalan KSB, lanscape dan rekap Stadion Maulana Yusuf, rehab gedung pelayanan DPMPTSP, perbaikan jalan-jalan perbatasan, pembangunan gedung BPBD, pembanguan gedung sarana prasarana gedung sekolah, pembangunan SMPN Banjar Agung, pembebasan lahan kali Sultan Karangantu dan Alun-alun.

"Untuk program unggulannya pembangunan lanjutan RTH Kecamatan Walantaka, Taktakan, Serang dan lanscape Masjid Agung, pembangunan kampung tematik atau kampung resik lan aman. Kalau program mendesak hanya satu yakni penerapan new normal satgas Covid-19 yang akan ditingkatkan dengan cara-cara lain agar bisa penurunan kasus Covid-19, pembanguan drainase, jalan dan bronjong di Cilowong serta penanganan dampak Covid-19, pembongkaran kios kepandean dan lainnya," katanya.

Ditempat sama Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin lebih menekankan bahwa, evaluasi ini tidak sebatas seremonial akan tetapi harus ada tindaklanjutnya. Apa kendalanya dan solusinya harus ada, agar tidak mubazir.